Alat musik Sape sudah jadi, tawaran manggung untuk bulan depan juga sudah menanti. Meski pandemi kegiatan dengan skala kecil masih di laksanakan. Atas hal tersebut ibu berinisiatif membuatkan baju batik dengan gambar alat musik Sape. Janji belajar mencanting di rumah Batik Atiiqna dan jadwal membuat batik diatur. Tanggal 01 September ibu mulai membuat gambar motif pada kain selanjutnya mulai mencanting. Beruntung pola baju dibantu pak Toni Kuncoro dan desain gambar sape dibuat oleh bu Rahma. Setelah pola baju jadi, ibu kemudian menggambar pola pada kain menggunakan mal yang sudah di buat oleh pak Toni Kuncoro. Gak butuh waktu lama pola baju sudah tergambar pada lembar kain putih yang akan di gunakan untuk membatik.
Translate
Penelusuran Berita
Selasa, 01 September 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Sekilas Tentang Alat Musik Sape
Minggu, 23 Agustus 2020
Opit Sape Nama Panggungnya
Babak baru telah dimulai, ayah dan ibu Khofidh berdikusi agar setiap permainan atau penampilan Khofidh dapat terdokumentasi dengan rapi sebagai portofolio hidupnya kelak. Selain itu agar Khofidh bisa rutin mencari nada-nada baru melalui sape miliknya.
Setelah berdiskusi ibu memutuskan untuk membuatkan channel youtube untuk Khofidh dengan nama channel “Borneo Musikq Official” dan nama panggung adalah Opit Sape. Tanggal 23 Agustus 2020, channel Youtube mulai dibangun lagu pertama sebagai konten adalah lagu “Datun Julud” mengapa lagu ini, karena inilah lagu pertama yang dia pelajari saat mula bermain sape. Lokasi pengambilan video adalah teras rumah yang di sulap menjadi studio. Bersama ayah petikan demi petikan Khofidh mainkan hingga lagu usai.
Sekapur Sirih
Senin, 23 Desember 2019
Support System Terbaikku
Jika ditanya siapa yang membuatku tetap berdiri hingga saat ini, jawabannya adalah orang tua dan kakakku. Merekalah yang selalu menjadi alasan dan kekuatanku untuk terus melangkah, mengejar trilyunan impian, serta berusaha membahagiakan orang-orang terdekat, baik di dunia maupun di akhirat.
Meski terkadang sedikit bawel, dukungan mereka justru menjadi penyemangat yang sangat berarti. “Ayo buat konten,” “Ayo cari lagu,” dan “Dek, cari lagu kekinian,” adalah beberapa kalimat yang hampir tak pernah lelah mereka ucapkan untuk menyemangatiku.
Bahkan, mereka ikut mendukung perjuanganku dalam mengurus channel YouTube, terutama agar jam tayangnya terus meningkat. Hal-hal sederhana seperti itu menjadi bukti bahwa mereka selalu percaya dan peduli terhadap apa yang sedang aku perjuangkan.
Minggu, 01 Desember 2019
3 tahun kemudian…. Berlatih Sape
Gambar 2 Penjelasan Teknik Bermain Sape Dengan Not Lagu
Koleksi Pribadi
Hari yang di nanti tiba, sayangnya pelatihan bermain sape terjadwal pagi hari, dimana Khofidh masih sekolah. Usai sekolah Khofidh diantar ayah menuju Taman Borneo, ibu kemudian mencari pelatih yang mengisi kegiatan pagi tadi. Beruntung dapat bertemu. Setelah ibu mengutarakan keinginan anaknya untuk belajar dasar Sape pada Pak Asfiannur, beliaupun setuju dan mendelegasikan Kiky Pratama untuk mengajarkan dasar bermain sape.
Kamis, 07 November 2019
Pengerjaan Sape
Usai menjadi juri dan menerima amplop dengan nilai yang lumayan besar, ibu segera menelepon pengrajin Sape, namanya Bapak Muhammad Hafid, Sape yang di pesan berbahan kayu nangka dan ukirannya ukiran Dayak Kenyah. Waktu pengerjaannya selama 2 minggu. Harga yang ditawarkan senilai Rp. 3 Juta, setelah negosiasi ulang akhirnya ibu membeli sape tersebut senilai Rp.2.5 Juta.
Seperti janji pengrajin sape bahwa proses pembuatan akan memakan waktu selama kurang lebih dua minggu, mengapa karena pengrajin harus mencari dulu bahan untuk membuat sape yaitu kayu. Sape terbuat dari jenis-jenis kayu sebangsa kayu pelantan, kayu meranti, Kayu Marang, kayu adau, kayu tabalok, dan kayu nangka. Jenis-jenis kayu itu dipilih karena teksturnya kuat, tidak mudah pecah, keras, tahan lama, serta yang terpenting tidak mudah dirusak dimakan rayap.
