Translate

Penelusuran Berita

Minggu, 30 Agustus 2026

Opit Sape bersama Band Hitam Putih Meriahkan Pembukaan Kaltim Leader Forum 2026 di IKN


Opit Sape bersama Band Hitam Putih dipercaya mengisi penampilan musik pembuka dalam kegiatan Kaltim Leader Forum 2026 yang berlangsung di Kalimantan Timur. Kehadiran mereka memberikan nuansa berbeda sekaligus memperkuat sentuhan budaya lokal dalam pembukaan forum yang mempertemukan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Sarifah Suraidah Rudy Mas’ud, Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurramadhani, serta CEO sekaligus Co-Founder CIAS, Indrawan Nugroho, yang hadir sebagai narasumber.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Opit Sape Iringi Penampilan King Nassar di 5K Run & Walk IKN

Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan olahraga 5K Run & Walk pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Mengusung slogan “Berlari untuk Sehat, Bergerak untuk Kaltim!”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga hiburan bagi para peserta.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah aksi panggung King Nassar pada malam hari. Dalam penampilannya, King Nassar membawakan 11 lagu bersama Band Hitam Putih, dengan iringan khas alat musik tradisional Kalimantan Timur, sape, yang dimainkan oleh Opit Sape.

Perpaduan musik dangdut dan sentuhan bunyi sape memberikan warna berbeda dalam pertunjukan tersebut. Alunan sape turut memperkuat nuansa budaya lokal di tengah kemeriahan acara.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Opit Sape Meriahkan Rapim B Dirjen GTK di IKN


Musisi tradisional Opit Sape turut ambil bagian dalam kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) B Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 6–8 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Opit Sape dipercaya mengisi musik pembuka sekaligus penampilan pada gala dinner. Alunan musik sape yang khas menghadirkan nuansa budaya Kalimantan Timur dan memberikan warna tersendiri dalam rangkaian acara yang dihadiri para pimpinan dan pemangku kepentingan bidang pendidikan.

Kehadiran Opit Sape tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada para peserta Rapim B. Penampilan tersebut menjadi momentum membanggakan bagi seniman daerah sekaligus memperkuat posisi seni tradisi sebagai bagian penting dalam berbagai kegiatan berskala nasional di IKN.

Minggu, 02 Agustus 2026

Opit Sape dan Anak-anak TBM Iqro Lempake Tampil Memukau di Grand Final Duta Anti Narkoba Samarinda 2026


Suasana Grand Final Duta Anti Narkoba Samarinda 2026 di Atrium City Centrum Samarinda, Minggu (2/8/2026), berlangsung semakin meriah dengan penampilan istimewa dari anak-anak TBM Iqro Lempake. Mereka dipercaya membuka rangkaian acara melalui tarian tradisional "Begawe Nyapat Taon", yang menggambarkan semangat kebersamaan, rasa syukur, serta kekayaan budaya Kalimantan Timur.

Dengan balutan busana adat yang penuh warna dan gerakan yang kompak, para penari cilik berhasil memukau para tamu undangan, dewan juri, finalis, dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Penampilan mereka menjadi simbol bahwa generasi muda mampu melestarikan budaya sekaligus menginspirasi sesama untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan yang positif dan kreatif.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Saksikan Grand Final Duta Anti Narkoba Samarinda 2026


 ✨ Saksikan Grand Final Duta Anti Narkoba Samarinda 2026! Hadiri kemeriahannya di Atrium Mall City Centrum Samarinda, Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 19.00 WITA. Nikmati penampilan spesial TBM Iqro dan Opit Sape yang siap memukau. Ajak keluarga dan sahabat, dukung generasi muda berkarya, berprestasi, dan bersama wujudkan Samarinda tanpa narkoba!

Jumat, 31 Juli 2026

Opit Sape Tampil Memukau Membawakan "Bersenja Gurau" pada Salur Suara #8 Glissando Music Course


Samarinda – Musisi etnik Kalimantan Timur, Opit Sape, sukses memukau ratusan penonton saat tampil sebagai Special Performance dalam perayaan Salur Suara #8: Setahun Berkarya dan Berprestasi yang diselenggarakan oleh Glissando Music Course Samarinda. Acara yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026 di Temindung Creative Hub ini menjadi ajang apresiasi atas perjalanan berkarya dan prestasi para siswa selama satu tahun.

Pada penampilannya, Opit Sape membawakan lagu "Bersenja Gurau" karya Raim Laode dengan aransemen khas menggunakan alat musik tradisional Sape. Perpaduan melodi lembut Sape dengan lagu bernuansa reflektif tersebut menghadirkan suasana hangat dan penuh makna. Penonton larut dalam setiap alunan musik yang menyampaikan pesan tentang harapan, rasa syukur, kesetiaan, dan keyakinan bahwa setiap kesulitan akan berganti dengan kebahagiaan.

Senin, 27 Juli 2026

Opit Sape Meriahkan Kelas Motivasi & Musikalisasi Literasi dengan Alunan Musik Tradisional


Suasana Kelas Motivasi & Musikalisasi Literasi yang diselenggarakan oleh Gerakan Pembudayaan Minat Baca Provinsi Kalimantan Timur pada Senin, 27 Juli 2026 berlangsung semakin semarak dengan penampilan pembuka dari Opit Sape. Bertempat di Taman Cerdas (Edu Park) Kota Samarinda, alunan merdu alat musik tradisional sape berhasil menciptakan suasana hangat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada para peserta.

Jumat, 10 Juli 2026

UNDANGAN TERBUKA 🎉


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo Sahabat Glissando! 🌟

Dengan penuh sukacita, kami mengundang Bapak/Ibu, keluarga, sahabat, dan pecinta musik untuk hadir dalam acara:

🎶 Salur Suara #8

Setahun Berkarya dan Berprestasi

🗓 Jumat, 31 Juli 2026

🕓 Pukul 16.00 – 22.00 WITA

📍 Temindung Creative Hub, Samarinda

Mari saksikan penampilan istimewa dari seluruh siswa Glissando Music Course Samarinda yang telah berlatih dan berkarya dengan penuh semangat.

Special Performances:

Depoy

Opit Sape

🎤 MC: Caryn & Kevin

Rabu, 24 Juni 2026

Pemain Sape Dayak Meriahkan Pembukaan Workshop Pendidikan


Alunan musik sape, alat musik tradisional khas Dayak Kalimantan, membuka rangkaian Workshop Pendidikan dengan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh makna. Penampilan pemain sape menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus menyambut para peserta yang hadir dari berbagai kalangan pendidikan yang mengikuti WORKSHOP PENDIDIKAN dengan tema Transformasi Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang Interaktif dan Bermakna, yang di selenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, melalui Komusi X DPR RI (Ketua Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP). Di Hotel Mercure Samarinda.

Dengan mengenakan atribut panggung khas Dayak, Opit Sape membawakan lantunan musik yang lembut dan menenangkan dengan judul lagu Asa by Angkasa Irwansyah. Irama khas sape berhasil menciptakan suasana yang akrab, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan.

Selasa, 23 Juni 2026

Opit Sape Buka Seminar Budaya "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras"


Alunan merdu alat musik tradisional sape membuka rangkaian Seminar Budaya dan Bedah Buku "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras: Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Identitas Budaya" yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur.

Penampilan Opit Sape menjadi pembuka yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nuansa budaya Kalimantan sejak para tamu mulai memasuki ruang seminar. Petikan sape yang lembut dan penuh penghayatan mengiringi penyambutan para undangan, narasumber, serta peserta, menciptakan atmosfer yang hangat dan sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.

Sabtu, 06 Juni 2026

Opit Sape Hadir Mengiringi Momen Bahagia Pernikahan Mas Iyan dan Mbak Ericha

Sabtu, 6 Juni 2026 menjadi hari yang penuh kebahagiaan bagi Mas Iyan dan Mbak Ericha yang resmi memulai perjalanan baru dalam ikatan suci pernikahan. Momen istimewa tersebut semakin berkesan dengan penampilan Opit Sape, yang menghadirkan keindahan musik tradisional Dayak melalui alunan petikan sape.

Pada kesempatan ini, Opit Sape membawakan dua lagu romantis yang begitu dekat di hati banyak orang, yaitu "Janji Suci" dan "Cinta Putih". Aransemen khas sape memberikan warna baru pada kedua lagu tersebut, menghadirkan nuansa yang syahdu, hangat, dan penuh makna. Setiap petikan senar mengalun lembut mengiringi suasana sakral, menciptakan momen yang tak terlupakan bagi kedua mempelai, keluarga, maupun para tamu undangan.

Minggu, 31 Mei 2026

Opit Sape Meriahkan Pernikahan Kak Alma dan Kak Abdi dengan Alunan Musik Tradisional

Sabtu, 31 Mei 2025 menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi Kak Alma dan Kak Abdi yang melangsungkan prosesi pernikahan bersama keluarga, kerabat, dan para sahabat. Suasana istimewa tersebut semakin berkesan dengan penampilan Opit Sape, yang membawakan alunan musik tradisional Dayak menggunakan alat musik sape.

Pada kesempatan yang penuh sukacita tersebut, Opit Sape membawakan tiga lagu request dari kedua mempelai, yaitu "Ayah" yang dipopulerkan oleh Ada Band, "Janji Suci" dari Yovie & Nuno, serta "Cinta Putih" yang dipopulerkan oleh Doddie Latuharhary. Ketiga lagu tersebut diaransemen secara khas menggunakan petikan sape, sehingga menghadirkan nuansa yang lebih syahdu, hangat, dan menyentuh hati tanpa menghilangkan karakter asli dari lagu-lagu tersebut.

Jumat, 22 Mei 2026

Alunan Sape Opit Sape Semarakkan Puteri Muslimah Kaltim 2026

Penampilan memukau dari musisi muda Kalimantan Timur, Opit Sape, menjadi salah satu daya tarik pada ajang Puteri Muslimah Kalimantan Timur 2026. Mengawali rangkaian acara dengan alunan alat musik tradisional sape, Opit Sape menghadirkan nuansa budaya Dayak yang berpadu harmonis dengan semangat islami yang diusung dalam kegiatan tersebut. Ajang ini bertujuan menampilkan sosok muslimah yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap budaya daerah. 

Selama penampilannya, Opit Sape membawakan empat lagu dengan empat kostum berbeda, masing-masing merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Timur. Pergantian busana tradisional yang dipadukan dengan permainan sape menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Benua Etam kepada seluruh tamu undangan dan peserta.

Senin, 04 Mei 2026

Juara 3 lomba musik sape


 Dalam semangat melestarikan seni dan budaya daerah, musisi tradisional muda Opit Sape berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bersama Keroan Koetai Bersatu. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 05 Mei 2026 di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya Nusantara, khususnya seni tradisional Kalimantan.

Dalam penampilannya, Opit Sape memukau para penonton dan dewan juri melalui alunan musik Sape yang khas dan penuh penghayatan. Permainan instrumen tradisional Dayak tersebut berhasil menghadirkan nuansa etnik yang harmonis, sekaligus memperlihatkan bahwa musik tradisional mampu bersaing dan tetap diminati di tengah perkembangan zaman modern.

Festival budaya ini diikuti oleh berbagai peserta dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur dengan menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari musik tradisional, tari daerah, hingga pertunjukan budaya lokal lainnya. Kehadiran para peserta muda menjadi bukti bahwa generasi sekarang masih memiliki semangat besar dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Prestasi yang diraih Opit Sape diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga mempererat hubungan antar pelaku seni serta memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur di tengah arus globalisasi.


Selasa, 21 April 2026

Mengulik Sape Di Kegiatan Workshop dan Bedah Buku Mengenal Tradisi Kalimantan Timur dan Tari Jepen


Workshop dan bedah buku bertajuk “Budaya Kita, Indentitas Kita, Warisan TakmBenda Untuk Masa Depan” sukses diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2026, di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana yang bertujuan memperkuat literasi budaya dan pelestarian tradisi lokal. Bedah Buku dan Workshop Tari Jepen sukses diselenggarakan dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dra. Hj. Novarita, M.M. dan Rachmawati. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus inspiratif dalam mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.

Sabtu, 11 April 2026

Mengulik Sape di Kegiatan Workshop Menenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar

Kegiatan Workshop Menenun Ulap Doyo serta Sulam Tumpar yang diselenggarakan oleh TBM Iqro Lempake melalui dana abadi Danaindonesiana,  menjadi ruang edukatif yang mempertemukan literasi dan praktik budaya dalam satu rangkaian kegiatan inspiratif. Workshop ini tidak hanya memperkenalkan teknik menenun dan menyulam, tetapi juga menanamkan nilai penting pelestarian budaya lokal Kalimantan Timur kepada generasi muda.

Ulap Doyo sendiri merupakan salah satu warisan budaya khas Kalimantan Timur yang memiliki nilai historis dan filosofi tinggi, sekaligus berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai jual (MEDIA KALTIM). Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengenal proses pembuatan kain tradisional tersebut, mulai dari bahan hingga teknik pengerjaannya, serta memahami makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Suasana kegiatan semakin hidup dengan kehadiran Opit Sape yang turut mengulik alat musik tradisional Sape’. Melalui penampilannya, Opit tidak hanya menghadirkan alunan musik khas Dayak yang menenangkan, tetapi juga memberikan pemahaman tentang karakter suara, teknik permainan, serta filosofi yang terkandung dalam instrumen tersebut. Interaksi ini menjadi jembatan antara seni musik dan kriya tradisional, sehingga peserta mendapatkan pengalaman budaya yang lebih utuh.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, baik saat praktik menenun maupun ketika menyimak penjelasan dan pertunjukan musik. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif antara literasi, seni, dan budaya mampu menjadi metode efektif dalam memperkenalkan warisan lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga memiliki rasa bangga dan tanggung jawab untuk melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Minggu, 08 Maret 2026

Mengulik Sape pada Kegiatan Iftar Jama'i Ramadhan Di Langit Do'a, Swissbell Hotel

Kegiatan “Ramadhan di Langit Doa” yang diselenggarakan oleh Rumah Amal Generasi Langit berlangsung dengan penuh kehangatan dan nuansa kebersamaan di Swiss-Belhotel Samarinda, Ahad (8/3/2026). Acara ini menghadirkan momen berbuka puasa bersama anak-anak yatim binaan, sekaligus menampilkan berbagai pertunjukan seni yang sarat makna.

Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah penampilan Kak Opit Sape, seorang musisi yang dikenal dengan alat musik tradisional khas Kalimantan, sape’. Dalam kesempatan tersebut, Kak Opit membawakan tiga lagu yang penuh nilai budaya dan spiritual, yaitu “Datun Julud”, “Ramadhan”, dan “Bungong Jeumpa”.

Minggu, 18 Januari 2026

Mengulik Sape Rutin di Samarinda Theme Park


Setiap sore, Samarinda Theme Park menghadirkan suasana berbeda melalui alunan musik tradisional Sape’ yang menenangkan. Di tengah hiruk-pikuk wahana dan aktivitas pengunjung, denting lembut Sape’ mengalir sebagai pengingat akan kekayaan budaya Dayak yang terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Jumat, 16 Januari 2026

Tampil Sape di Firepot Restoran memenuhi Undangan Bhayangkari Polresta Samarinda


Opit Sape menampilkan alunan musik tradisional sape dalam perjamuan makan siang yang digelar atas undangan Ibu Bhayangkari Bhayangkari Polresta Samarinda di Firepot Restoran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan tamu-tamu Bhayangkari dari seluruh Indonesia yang hadir di Samarinda.

Dengan penuh penghayatan, Opit membawakan beberapa lantunan khas Kalimantan Timur menggunakan sape, alat musik petik tradisional Dayak yang memiliki suara lembut dan menenangkan. Petikan senar yang harmonis menghadirkan suasana hangat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para tamu undangan.

Penampilan Opit Sape mendapat apresiasi dari para hadirin. Alunan musik yang syahdu dinilai mampu menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan selama perjamuan berlangsung. Kehadiran musik tradisional ini juga menjadi simbol penghormatan kepada para tamu serta wujud pelestarian seni budaya lokal di tengah acara resmi yang sarat makna kebersamaan.

Kamis, 15 Januari 2026

WALHI Gelar Festival Aura Mahakam, Seni dan Suara Lingkungan Menggema di Tepian Mahakam

SAMARINDA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar kegiatan bertajuk Festival Aura Mahakam di Samarinda pada sekitar 15 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional. Festival ini berlangsung di tepi Sungai Mahakam, termasuk kawasan Teras Samarinda, sebagai ruang temu masyarakat untuk berdiskusi, berekspresi, dan merefleksikan hubungan manusia dengan alam.

Festival Aura Mahakam menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari diskusi lingkungan, pertunjukan seni, hingga ruang berbagi cerita. Tema yang diusung menyoroti kisah tentang hutan, manusia, dan harapan, dengan tujuan menyatukan suara-suara kecil menjadi gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan Kalimantan Timur.

Selasa, 06 Januari 2026

Air Panas Asin Pemapak

Air Panas Asin Pemapak merupakan salah satu destinasi relaksasi unik yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Berbeda dari pemandian air panas pada umumnya, tempat ini menawarkan pengalaman berendam di air panas alami yang memiliki rasa asin.

Sumber air panas di Pemapak memiliki suhu sekitar 42 derajat Celsius, yang berasal dari aktivitas panas bumi di bawah permukaan tanah. Keunikan rasa asinnya terjadi karena adanya rembesan air laut yang masuk melalui celah-celah batuan, kemudian bercampur dengan air panas alami. Fenomena ini menjadikan Air Panas Asin Pemapak sebagai lokasi yang cukup langka dan menarik untuk dipelajari.

Secara ilmiah, air panas dapat membantu merelaksasi otot, melancarkan peredaran darah, serta memberikan efek menenangkan bagi tubuh. Tidak heran jika banyak pengunjung datang untuk meredakan pegal-pegal dan mengembalikan kebugaran setelah beraktivitas.