Translate

Penelusuran Berita

Sabtu, 31 Mei 2025

Opit Sape dan Impian yang Ditempa oleh Pengalaman

Opit Sape dikenal publik sebagai pemain sape yang konsisten memperkenalkan musik tradisional Kalimantan Timur kepada masyarakat luas. Namun, sebelum menekuni dunia seni dan budaya, Opit pernah menyimpan impian lain, yakni menjadi seorang polisi. Impian tersebut ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh melalui proses seleksi yang diikuti hingga dua kali. Tahun 2024 dan tahun 2025.

Perjalanan menuju cita-cita itu tidaklah mudah. Selain harus mempersiapkan fisik dan mental, Opit juga dihadapkan pada tantangan ekonomi. Proses seleksi menuntutnya untuk tinggal dan menetap di Balikpapan, yang tentu membutuhkan biaya tidak sedikit. Bagi Opit, perjuangan tersebut menjadi beban tersendiri, mengingat keterbatasan finansial yang harus ia atur secara mandiri selama mengikuti tahapan seleksi.
Dalam perjalanannya, Opit harus menerima kenyataan bahwa usahanya belum membuahkan hasil. Pengalaman tersebut menjadi fase penting dalam hidupnya, yang mengajarkannya tentang kerasnya proses meraih cita-cita. Ia sempat merasa kecewa, terutama ketika menyadari bahwa terdapat dinamika dan faktor non-teknis (TST lah) dalam seleksi yang berada di luar kendalinya.

Meski demikian, Opit memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Ia menjadikan pengalaman itu sebagai bahan refleksi untuk menata ulang arah hidupnya. Kegagalan dipahaminya bukan sebagai akhir, melainkan sebagai proses untuk menemukan jalan lain yang lebih bermakna.

Dari titik tersebut, Opit semakin menekuni musik sape. Melalui seni dan budaya, ia menemukan ruang pengabdian baru. Tanpa seragam dan jabatan, Opit merasa tetap dapat berkontribusi bagi masyarakat dengan caranya sendiri, yakni menjaga dan menghidupkan warisan budaya Borneo melalui alunan sape.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar