Translate

Penelusuran Berita

Minggu, 08 Maret 2026

Mengulik Sape pada Kegiatan Iftar Jama'i Ramadhan Di Langit Do'a

Kegiatan “Ramadhan di Langit Doa” yang diselenggarakan oleh Rumah Amal Generasi Langit berlangsung dengan penuh kehangatan dan nuansa kebersamaan di Swiss-Belhotel Samarinda, Ahad (8/3/2026). Acara ini menghadirkan momen berbuka puasa bersama anak-anak yatim binaan, sekaligus menampilkan berbagai pertunjukan seni yang sarat makna.

Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah penampilan Kak Opit Sape, seorang musisi yang dikenal dengan alat musik tradisional khas Kalimantan, sape’. Dalam kesempatan tersebut, Kak Opit membawakan tiga lagu yang penuh nilai budaya dan spiritual, yaitu “Datun Julud”, “Ramadhan”, dan “Bungong Jeumpa”.

Minggu, 18 Januari 2026

Mengulik Sape Rutin di Samarinda Theme Park


Setiap sore, Samarinda Theme Park menghadirkan suasana berbeda melalui alunan musik tradisional Sape’ yang menenangkan. Di tengah hiruk-pikuk wahana dan aktivitas pengunjung, denting lembut Sape’ mengalir sebagai pengingat akan kekayaan budaya Dayak yang terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Jumat, 16 Januari 2026

Tampil Sape di Firepot Restoran memenuhi Undangan Bhayangkari Polresta Samarinda


Opit Sape menampilkan alunan musik tradisional sape dalam perjamuan makan siang yang digelar atas undangan Ibu Bhayangkari Bhayangkari Polresta Samarinda di Firepot Restoran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan tamu-tamu Bhayangkari dari seluruh Indonesia yang hadir di Samarinda.

Dengan penuh penghayatan, Opit membawakan beberapa lantunan khas Kalimantan Timur menggunakan sape, alat musik petik tradisional Dayak yang memiliki suara lembut dan menenangkan. Petikan senar yang harmonis menghadirkan suasana hangat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para tamu undangan.

Penampilan Opit Sape mendapat apresiasi dari para hadirin. Alunan musik yang syahdu dinilai mampu menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan selama perjamuan berlangsung. Kehadiran musik tradisional ini juga menjadi simbol penghormatan kepada para tamu serta wujud pelestarian seni budaya lokal di tengah acara resmi yang sarat makna kebersamaan.

Kamis, 15 Januari 2026

WALHI Gelar Festival Aura Mahakam, Seni dan Suara Lingkungan Menggema di Tepian Mahakam

SAMARINDA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar kegiatan bertajuk Festival Aura Mahakam di Samarinda pada sekitar 15 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional. Festival ini berlangsung di tepi Sungai Mahakam, termasuk kawasan Teras Samarinda, sebagai ruang temu masyarakat untuk berdiskusi, berekspresi, dan merefleksikan hubungan manusia dengan alam.

Festival Aura Mahakam menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari diskusi lingkungan, pertunjukan seni, hingga ruang berbagi cerita. Tema yang diusung menyoroti kisah tentang hutan, manusia, dan harapan, dengan tujuan menyatukan suara-suara kecil menjadi gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan Kalimantan Timur.

Selasa, 06 Januari 2026

Air Panas Asin Pemapak

Air Panas Asin Pemapak merupakan salah satu destinasi relaksasi unik yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Berbeda dari pemandian air panas pada umumnya, tempat ini menawarkan pengalaman berendam di air panas alami yang memiliki rasa asin.

Sumber air panas di Pemapak memiliki suhu sekitar 42 derajat Celsius, yang berasal dari aktivitas panas bumi di bawah permukaan tanah. Keunikan rasa asinnya terjadi karena adanya rembesan air laut yang masuk melalui celah-celah batuan, kemudian bercampur dengan air panas alami. Fenomena ini menjadikan Air Panas Asin Pemapak sebagai lokasi yang cukup langka dan menarik untuk dipelajari.

Secara ilmiah, air panas dapat membantu merelaksasi otot, melancarkan peredaran darah, serta memberikan efek menenangkan bagi tubuh. Tidak heran jika banyak pengunjung datang untuk meredakan pegal-pegal dan mengembalikan kebugaran setelah beraktivitas.

Senin, 29 Desember 2025

Telaga Biru Tulung Ni’ Lenggo

Telaga Biru Tulung Ni’ Lenggo merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memukau di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Danau air tawar ini dikenal karena kejernihan airnya yang luar biasa, hingga sering diibaratkan seperti kaca, dengan warna biru toska yang menenangkan mata.

Secara geografis, lokasi Telaga Biru Tulung Ni’ Lenggo dapat ditempuh sekitar 1 hingga 2 jam perjalanan dari Tanjung Redeb, baik melalui jalur darat maupun pesisir. Perjalanan menuju lokasi juga menawarkan pemandangan alam khas Kalimantan yang masih asri dan alami.

Keunikan utama telaga ini terletak pada warna airnya yang biru kehijauan dan sangat jernih. Kondisi tersebut memungkinkan pengunjung melihat dasar danau dengan jelas, termasuk bebatuan dan ikan-ikan kecil yang hidup di dalamnya. Lingkungan sekitar yang dipenuhi pepohonan rimbun menciptakan suasana sejuk, tenang, dan menyegarkan.