Translate

Penelusuran Berita

Rabu, 24 Juni 2026

Pemain Sape Dayak Meriahkan Pembukaan Workshop Pendidikan


Alunan musik sape, alat musik tradisional khas Dayak Kalimantan, membuka rangkaian Workshop Pendidikan dengan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh makna. Penampilan pemain sape menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus menyambut para peserta yang hadir dari berbagai kalangan pendidikan yang mengikuti WORKSHOP PENDIDIKAN dengan tema Transformasi Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang Interaktif dan Bermakna, yang di selenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, melalui Komusi X DPR RI (Ketua Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP). Di Hotel Mercure Samarinda.

Dengan mengenakan atribut panggung khas Dayak, Opit Sape membawakan lantunan musik yang lembut dan menenangkan dengan judul lagu Asa by Angkasa Irwansyah. Irama khas sape berhasil menciptakan suasana yang akrab, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan.

Selasa, 23 Juni 2026

Opit Sape Buka Seminar Budaya "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras"


Alunan merdu alat musik tradisional sape membuka rangkaian Seminar Budaya dan Bedah Buku "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras: Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Identitas Budaya" yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur.

Penampilan Opit Sape menjadi pembuka yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nuansa budaya Kalimantan sejak para tamu mulai memasuki ruang seminar. Petikan sape yang lembut dan penuh penghayatan mengiringi penyambutan para undangan, narasumber, serta peserta, menciptakan atmosfer yang hangat dan sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.

Jumat, 22 Mei 2026

Alunan Sape Opit Sape Semarakkan Puteri Muslimah Kaltim 2026

Penampilan memukau dari musisi muda Kalimantan Timur, Opit Sape, menjadi salah satu daya tarik pada ajang Puteri Muslimah Kalimantan Timur 2026. Mengawali rangkaian acara dengan alunan alat musik tradisional sape, Opit Sape menghadirkan nuansa budaya Dayak yang berpadu harmonis dengan semangat islami yang diusung dalam kegiatan tersebut. Ajang ini bertujuan menampilkan sosok muslimah yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap budaya daerah. 

Selama penampilannya, Opit Sape membawakan empat lagu dengan empat kostum berbeda, masing-masing merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Timur. Pergantian busana tradisional yang dipadukan dengan permainan sape menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Benua Etam kepada seluruh tamu undangan dan peserta.

Senin, 04 Mei 2026

Juara 3 lomba musik sape


 Dalam semangat melestarikan seni dan budaya daerah, musisi tradisional muda Opit Sape berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bersama Keroan Koetai Bersatu. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 05 Mei 2026 di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya Nusantara, khususnya seni tradisional Kalimantan.

Dalam penampilannya, Opit Sape memukau para penonton dan dewan juri melalui alunan musik Sape yang khas dan penuh penghayatan. Permainan instrumen tradisional Dayak tersebut berhasil menghadirkan nuansa etnik yang harmonis, sekaligus memperlihatkan bahwa musik tradisional mampu bersaing dan tetap diminati di tengah perkembangan zaman modern.

Festival budaya ini diikuti oleh berbagai peserta dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur dengan menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari musik tradisional, tari daerah, hingga pertunjukan budaya lokal lainnya. Kehadiran para peserta muda menjadi bukti bahwa generasi sekarang masih memiliki semangat besar dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Prestasi yang diraih Opit Sape diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga mempererat hubungan antar pelaku seni serta memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur di tengah arus globalisasi.


Selasa, 21 April 2026

Mengulik Sape Di Kegiatan Workshop dan Bedah Buku Mengenal Tradisi Kalimantan Timur dan Tari Jepen


Workshop dan bedah buku bertajuk “Budaya Kita, Indentitas Kita, Warisan TakmBenda Untuk Masa Depan” sukses diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2026, di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana yang bertujuan memperkuat literasi budaya dan pelestarian tradisi lokal. Bedah Buku dan Workshop Tari Jepen sukses diselenggarakan dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dra. Hj. Novarita, M.M. dan Rachmawati. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus inspiratif dalam mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.

Sabtu, 11 April 2026

Mengulik Sape di Kegiatan Workshop Menenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar

Kegiatan Workshop Menenun Ulap Doyo serta Sulam Tumpar yang diselenggarakan oleh TBM Iqro Lempake melalui dana abadi Danaindonesiana,  menjadi ruang edukatif yang mempertemukan literasi dan praktik budaya dalam satu rangkaian kegiatan inspiratif. Workshop ini tidak hanya memperkenalkan teknik menenun dan menyulam, tetapi juga menanamkan nilai penting pelestarian budaya lokal Kalimantan Timur kepada generasi muda.

Ulap Doyo sendiri merupakan salah satu warisan budaya khas Kalimantan Timur yang memiliki nilai historis dan filosofi tinggi, sekaligus berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai jual (MEDIA KALTIM). Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengenal proses pembuatan kain tradisional tersebut, mulai dari bahan hingga teknik pengerjaannya, serta memahami makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Suasana kegiatan semakin hidup dengan kehadiran Opit Sape yang turut mengulik alat musik tradisional Sape’. Melalui penampilannya, Opit tidak hanya menghadirkan alunan musik khas Dayak yang menenangkan, tetapi juga memberikan pemahaman tentang karakter suara, teknik permainan, serta filosofi yang terkandung dalam instrumen tersebut. Interaksi ini menjadi jembatan antara seni musik dan kriya tradisional, sehingga peserta mendapatkan pengalaman budaya yang lebih utuh.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, baik saat praktik menenun maupun ketika menyimak penjelasan dan pertunjukan musik. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif antara literasi, seni, dan budaya mampu menjadi metode efektif dalam memperkenalkan warisan lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga memiliki rasa bangga dan tanggung jawab untuk melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Minggu, 08 Maret 2026

Mengulik Sape pada Kegiatan Iftar Jama'i Ramadhan Di Langit Do'a, Swissbell Hotel

Kegiatan “Ramadhan di Langit Doa” yang diselenggarakan oleh Rumah Amal Generasi Langit berlangsung dengan penuh kehangatan dan nuansa kebersamaan di Swiss-Belhotel Samarinda, Ahad (8/3/2026). Acara ini menghadirkan momen berbuka puasa bersama anak-anak yatim binaan, sekaligus menampilkan berbagai pertunjukan seni yang sarat makna.

Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah penampilan Kak Opit Sape, seorang musisi yang dikenal dengan alat musik tradisional khas Kalimantan, sape’. Dalam kesempatan tersebut, Kak Opit membawakan tiga lagu yang penuh nilai budaya dan spiritual, yaitu “Datun Julud”, “Ramadhan”, dan “Bungong Jeumpa”.