Translate

Penelusuran Berita

Jumat, 10 Juli 2026

UNDANGAN TERBUKA 🎉


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo Sahabat Glissando! 🌟

Dengan penuh sukacita, kami mengundang Bapak/Ibu, keluarga, sahabat, dan pecinta musik untuk hadir dalam acara:

🎶 Salur Suara #8

Setahun Berkarya dan Berprestasi

🗓 Jumat, 31 Juli 2026

🕓 Pukul 16.00 – 22.00 WITA

📍 Temindung Creative Hub, Samarinda

Mari saksikan penampilan istimewa dari seluruh siswa Glissando Music Course Samarinda yang telah berlatih dan berkarya dengan penuh semangat.

Special Performances:

Depoy

Opit Sape

🎤 MC: Caryn & Kevin

Rabu, 24 Juni 2026

Pemain Sape Dayak Meriahkan Pembukaan Workshop Pendidikan


Alunan musik sape, alat musik tradisional khas Dayak Kalimantan, membuka rangkaian Workshop Pendidikan dengan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh makna. Penampilan pemain sape menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus menyambut para peserta yang hadir dari berbagai kalangan pendidikan yang mengikuti WORKSHOP PENDIDIKAN dengan tema Transformasi Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang Interaktif dan Bermakna, yang di selenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, melalui Komusi X DPR RI (Ketua Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP). Di Hotel Mercure Samarinda.

Dengan mengenakan atribut panggung khas Dayak, Opit Sape membawakan lantunan musik yang lembut dan menenangkan dengan judul lagu Asa by Angkasa Irwansyah. Irama khas sape berhasil menciptakan suasana yang akrab, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan.

Selasa, 23 Juni 2026

Opit Sape Buka Seminar Budaya "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras"


Alunan merdu alat musik tradisional sape membuka rangkaian Seminar Budaya dan Bedah Buku "Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras: Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Identitas Budaya" yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur.

Penampilan Opit Sape menjadi pembuka yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nuansa budaya Kalimantan sejak para tamu mulai memasuki ruang seminar. Petikan sape yang lembut dan penuh penghayatan mengiringi penyambutan para undangan, narasumber, serta peserta, menciptakan atmosfer yang hangat dan sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.

Jumat, 22 Mei 2026

Alunan Sape Opit Sape Semarakkan Puteri Muslimah Kaltim 2026

Penampilan memukau dari musisi muda Kalimantan Timur, Opit Sape, menjadi salah satu daya tarik pada ajang Puteri Muslimah Kalimantan Timur 2026. Mengawali rangkaian acara dengan alunan alat musik tradisional sape, Opit Sape menghadirkan nuansa budaya Dayak yang berpadu harmonis dengan semangat islami yang diusung dalam kegiatan tersebut. Ajang ini bertujuan menampilkan sosok muslimah yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap budaya daerah. 

Selama penampilannya, Opit Sape membawakan empat lagu dengan empat kostum berbeda, masing-masing merepresentasikan kekayaan budaya Kalimantan Timur. Pergantian busana tradisional yang dipadukan dengan permainan sape menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Benua Etam kepada seluruh tamu undangan dan peserta.

Senin, 04 Mei 2026

Juara 3 lomba musik sape


 Dalam semangat melestarikan seni dan budaya daerah, musisi tradisional muda Opit Sape berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bersama Keroan Koetai Bersatu. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 05 Mei 2026 di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya Nusantara, khususnya seni tradisional Kalimantan.

Dalam penampilannya, Opit Sape memukau para penonton dan dewan juri melalui alunan musik Sape yang khas dan penuh penghayatan. Permainan instrumen tradisional Dayak tersebut berhasil menghadirkan nuansa etnik yang harmonis, sekaligus memperlihatkan bahwa musik tradisional mampu bersaing dan tetap diminati di tengah perkembangan zaman modern.

Festival budaya ini diikuti oleh berbagai peserta dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur dengan menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari musik tradisional, tari daerah, hingga pertunjukan budaya lokal lainnya. Kehadiran para peserta muda menjadi bukti bahwa generasi sekarang masih memiliki semangat besar dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Prestasi yang diraih Opit Sape diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga mempererat hubungan antar pelaku seni serta memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur di tengah arus globalisasi.


Selasa, 21 April 2026

Mengulik Sape Di Kegiatan Workshop dan Bedah Buku Mengenal Tradisi Kalimantan Timur dan Tari Jepen


Workshop dan bedah buku bertajuk “Budaya Kita, Indentitas Kita, Warisan TakmBenda Untuk Masa Depan” sukses diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2026, di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana yang bertujuan memperkuat literasi budaya dan pelestarian tradisi lokal. Bedah Buku dan Workshop Tari Jepen sukses diselenggarakan dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dra. Hj. Novarita, M.M. dan Rachmawati. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus inspiratif dalam mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.