Translate

Penelusuran Berita

Minggu, 18 Januari 2026

Mengulik Sape Rutin di Samarinda Theme Park


Setiap sore, Samarinda Theme Park menghadirkan suasana berbeda melalui alunan musik tradisional Sape’ yang menenangkan. Di tengah hiruk-pikuk wahana dan aktivitas pengunjung, denting lembut Sape’ mengalir sebagai pengingat akan kekayaan budaya Dayak yang terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Kamis, 15 Januari 2026

WALHI Gelar Festival Aura Mahakam, Seni dan Suara Lingkungan Menggema di Tepian Mahakam

SAMARINDA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar kegiatan bertajuk Festival Aura Mahakam di Samarinda pada sekitar 15 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional. Festival ini berlangsung di tepi Sungai Mahakam, termasuk kawasan Teras Samarinda, sebagai ruang temu masyarakat untuk berdiskusi, berekspresi, dan merefleksikan hubungan manusia dengan alam.

Festival Aura Mahakam menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari diskusi lingkungan, pertunjukan seni, hingga ruang berbagi cerita. Tema yang diusung menyoroti kisah tentang hutan, manusia, dan harapan, dengan tujuan menyatukan suara-suara kecil menjadi gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan Kalimantan Timur.

Minggu, 28 Desember 2025

Tampil Tari dan Sape, Pada Pengukuhan berdirinya Warok Ponorogo Perantauan (WPP) Kota Samarinda

Pengukuhan berdirinya Warok Ponorogo Perantauan (WPP) Kota Samarinda berlangsung khidmat dan meriah pada Minggu, 28 Desember 2025. Acara yang digelar oleh WPP Korcab Kota Samarinda ini menjadi momentum penting dalam pelestarian seni dan budaya Ponorogo di tanah perantauan serta mempererat tali persaudaraan antaranggota. Kegiatan diawali dengan hiburan pembuka berupa persembahan tari dari Sanggar Seni TBM Iqro Lempake, yaitu Tari Seraung dan Tari Tanduk Majeng, yang memukau para tamu undangan, dilanjutkan hiburan musik sape khas Kalimantan.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Suseno Aji, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Timur, serta Ikapakarti. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan doa. Puncak kegiatan ditandai dengan pengukuhan pengurus WPP Korcab Kota Samarinda dan sesi foto bersama. Kegiatan semakin semarak dengan prosesi potong tumpeng serta pentas Tari Kolosal Reyog Ponorogo. 

Terima Kasih Kak Abi Roye sudah siap menggantikan Opit Sape yang tengah mengikuti ujian kampus.

Sabtu, 27 Desember 2025

Wedding Kak Kresna dan Eni

Pernikahan kak Kresna dan Eni yang digelar pada 27 Desember 2025 menjadi momen penuh kehangatan dan kebahagiaan bagi keluarga serta para tamu undangan. Bertempat di Hotel Grand Verona Samarinda, suasana resepsi terasa elegan namun tetap akrab, dipenuhi senyum, doa, dan harapan baik untuk perjalanan hidup baru yang mereka mulai bersama. Kak Kresna dan Eni tampil anggun, memancarkan cinta yang tulus dan keyakinan untuk saling mendampingi dalam setiap langkah kehidupan.

Keistimewaan acara ini semakin terasa dengan kehadiran Opit Sape, yang dipercaya untuk memainkan alat musik tradisional sape pada resepsi pernikahan tersebut. Alunan sape yang lembut dan menenangkan mengiringi suasana, dibawakan dengan sentuhan modern melalui lagu-lagu cinta kekinian yang akrab di telinga. Perpaduan budaya dan musik modern ini menciptakan nuansa romantis yang berkesan, menjadikan pernikahan kak Kresna dan Eni sebagai kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh semua yang hadir.

Mengulik Sape Di Hotel Horison

Opit Sape secara rutin menghibur pengunjung Santan Restaurant Hotel Horison Samarinda melalui penampilan musik sape yang digelar setiap Sabtu dan Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana santai dan berkelas bagi tamu hotel saat menikmati waktu sarapan. Dengan memetik sape, Opit menyuguhkan perpaduan alunan musik tradisional khas Kalimantan dan lagu-lagu trend kekinian yang dikemas secara harmonis dan ringan didengar.

Penampilan tersebut mendapat respons positif dari para pengunjung karena memberikan pengalaman berbeda, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Lagu-lagu tradisional dimainkan untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal, sementara lagu populer masa kini dibawakan sesuai selera pengunjung agar suasana tetap akrab dan menghibur. Kegiatan rutin ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian seni musik sape di ruang publik. Melalui penampilan konsisten setiap akhir pekan, Opit Sape berharap musik tradisional tetap hidup, dikenal luas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kamis, 25 Desember 2025

Tampil Sape di Samarinda Theme Park

Tampilan Opit Sape di Samarinda Theme Park pada Kamis, 25 Desember 2025 menjadi salah satu hiburan yang paling menyita perhatian pengunjung. Di tengah suasana wisata yang ramai dan penuh keceriaan, alunan musik sape yang khas menghadirkan nuansa berbeda—hangat, santai, dan penuh rasa. Opit Sape membawakan deretan lagu hits kekinian dengan aransemen unik, memadukan unsur tradisional dan modern secara harmonis. Lagu-lagu seperti Stecu-Stecu, Tabolak Balek, Sabar (Sadewok), Sedia Aku Sebelum Hujan, hingga Ngapain Repot mengalun lembut dan mudah dinikmati semua kalangan. Tak ketinggalan Pica-Pica, Terbuang Dalam Waktu, Cobalah Mengerti, Mangu, Lesung Pipi, dan Komang menambah suasana semakin hidup dan emosional. Penampilan ini berhasil menciptakan momen berkesan, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati musik, wisata, dan keindahan Samarinda Theme Park.

Rabu, 24 Desember 2025

Tampil Sape di Acara Panggung Ekspresi Mahakam Lampion Garden Samarinda


Penampilan musik sape turut memeriahkan Acara Panggung Ekspresi Mahakam yang digelar di Lampion Garden Samarinda. Dalam kesempatan tersebut, Opit Sape tampil membawakan alunan musik etnik yang dikemas secara modern dan menghibur pengunjung. Pertunjukan ini menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan alat musik tradisional khas Kalimantan dengan lagu-lagu trend kekinian yang akrab di telinga masyarakat.

Opit Sape memainkan beberapa lagu populer sesuai dengan permintaan pihak pengelola acara, sehingga suasana panggung terasa lebih hidup dan interaktif. Pengunjung terlihat antusias menikmati setiap alunan musik, bahkan beberapa di antaranya turut bernyanyi dan mengabadikan momen pertunjukan. Kehadiran musik sape dalam Panggung Ekspresi Mahakam ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih segar dan kreatif. Melalui penampilan ini, diharapkan seni musik tradisional sape semakin dikenal luas dan terus berkembang di tengah arus musik modern.