Translate
Penelusuran Berita
Minggu, 18 Januari 2026
Mengulik Sape Rutin di Samarinda Theme Park
Kamis, 15 Januari 2026
WALHI Gelar Festival Aura Mahakam, Seni dan Suara Lingkungan Menggema di Tepian Mahakam
Minggu, 28 Desember 2025
Tampil Tari dan Sape, Pada Pengukuhan berdirinya Warok Ponorogo Perantauan (WPP) Kota Samarinda
Sabtu, 27 Desember 2025
Wedding Kak Kresna dan Eni
Keistimewaan acara ini semakin terasa dengan kehadiran Opit Sape, yang dipercaya untuk memainkan alat musik tradisional sape pada resepsi pernikahan tersebut. Alunan sape yang lembut dan menenangkan mengiringi suasana, dibawakan dengan sentuhan modern melalui lagu-lagu cinta kekinian yang akrab di telinga. Perpaduan budaya dan musik modern ini menciptakan nuansa romantis yang berkesan, menjadikan pernikahan kak Kresna dan Eni sebagai kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh semua yang hadir.
Mengulik Sape Di Hotel Horison
Kamis, 25 Desember 2025
Tampil Sape di Samarinda Theme Park
Tampilan Opit Sape di Samarinda Theme Park pada Kamis, 25 Desember 2025 menjadi salah satu hiburan yang paling menyita perhatian pengunjung. Di tengah suasana wisata yang ramai dan penuh keceriaan, alunan musik sape yang khas menghadirkan nuansa berbeda—hangat, santai, dan penuh rasa. Opit Sape membawakan deretan lagu hits kekinian dengan aransemen unik, memadukan unsur tradisional dan modern secara harmonis. Lagu-lagu seperti Stecu-Stecu, Tabolak Balek, Sabar (Sadewok), Sedia Aku Sebelum Hujan, hingga Ngapain Repot mengalun lembut dan mudah dinikmati semua kalangan. Tak ketinggalan Pica-Pica, Terbuang Dalam Waktu, Cobalah Mengerti, Mangu, Lesung Pipi, dan Komang menambah suasana semakin hidup dan emosional. Penampilan ini berhasil menciptakan momen berkesan, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati musik, wisata, dan keindahan Samarinda Theme Park.
Rabu, 24 Desember 2025
Tampil Sape di Acara Panggung Ekspresi Mahakam Lampion Garden Samarinda
Opit Sape memainkan beberapa lagu populer sesuai dengan permintaan pihak pengelola acara, sehingga suasana panggung terasa lebih hidup dan interaktif. Pengunjung terlihat antusias menikmati setiap alunan musik, bahkan beberapa di antaranya turut bernyanyi dan mengabadikan momen pertunjukan. Kehadiran musik sape dalam Panggung Ekspresi Mahakam ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih segar dan kreatif. Melalui penampilan ini, diharapkan seni musik tradisional sape semakin dikenal luas dan terus berkembang di tengah arus musik modern.





