Translate

Penelusuran Berita

Selasa, 21 April 2026

Mengulik Sape Di Kegiatan Workshop dan Bedah Buku Mengenal Tradisi Kalimantan Timur dan Tari Jepen


Workshop dan bedah buku bertajuk “Budaya Kita, Indentitas Kita, Warisan TakmBenda Untuk Masa Depan” sukses diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2026, di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana yang bertujuan memperkuat literasi budaya dan pelestarian tradisi lokal. Bedah Buku dan Workshop Tari Jepen sukses diselenggarakan dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dra. Hj. Novarita, M.M. dan Rachmawati. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus inspiratif dalam mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.

Sabtu, 11 April 2026

Mengulik Sape di Kegiatan Workshop Menenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar

Kegiatan Workshop Menenun Ulap Doyo serta Sulam Tumpar yang diselenggarakan oleh TBM Iqro Lempake melalui dana abadi Danaindonesiana,  menjadi ruang edukatif yang mempertemukan literasi dan praktik budaya dalam satu rangkaian kegiatan inspiratif. Workshop ini tidak hanya memperkenalkan teknik menenun dan menyulam, tetapi juga menanamkan nilai penting pelestarian budaya lokal Kalimantan Timur kepada generasi muda.

Ulap Doyo sendiri merupakan salah satu warisan budaya khas Kalimantan Timur yang memiliki nilai historis dan filosofi tinggi, sekaligus berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai jual (MEDIA KALTIM). Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengenal proses pembuatan kain tradisional tersebut, mulai dari bahan hingga teknik pengerjaannya, serta memahami makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Suasana kegiatan semakin hidup dengan kehadiran Opit Sape yang turut mengulik alat musik tradisional Sape’. Melalui penampilannya, Opit tidak hanya menghadirkan alunan musik khas Dayak yang menenangkan, tetapi juga memberikan pemahaman tentang karakter suara, teknik permainan, serta filosofi yang terkandung dalam instrumen tersebut. Interaksi ini menjadi jembatan antara seni musik dan kriya tradisional, sehingga peserta mendapatkan pengalaman budaya yang lebih utuh.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, baik saat praktik menenun maupun ketika menyimak penjelasan dan pertunjukan musik. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif antara literasi, seni, dan budaya mampu menjadi metode efektif dalam memperkenalkan warisan lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga memiliki rasa bangga dan tanggung jawab untuk melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.