Petikan sape yang dimainkan Opit menghadirkan suasana yang lembut dan hangat di tengah aktivitas rumah sakit. Alunan musik tradisional tersebut dinikmati oleh pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan yang berada di lobby Rumah Sakit.
Kehadiran musik sape tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Kalimantan kepada masyarakat. Melalui pertunjukan tersebut, pengunjung berkesempatan mengenal sape, alat musik tradisional masyarakat Dayak yang dimainkan dengan cara dipetik.
Bagi Opit Sape, membawa musik tradisional ke berbagai ruang kehidupan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya. Sape tidak hanya hadir dalam pertunjukan seni atau kegiatan budaya, tetapi juga dapat menjadi media untuk membangun suasana yang lebih nyaman dan menghadirkan pengalaman budaya bagi masyarakat.
Dari setiap petikan sape, tersimpan nilai tentang identitas, tradisi, dan perjalanan budaya masyarakat Kalimantan. Karena itu, pengenalan sape kepada masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting agar warisan budaya tersebut tetap dikenal dan dihargai.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat literasi budaya, bahwa proses belajar mengenai kebudayaan tidak selalu berlangsung melalui buku. Masyarakat dapat belajar dengan mendengarkan musik tradisional, mengenal alat musik, berdialog dengan pelaku seni, serta mengalami secara langsung keberagaman budaya yang ada di lingkungan sekitar.
Kehadiran Opit Sape dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional di Rumah Sakit Mulya Medika menjadi contoh bahwa seni dan budaya dapat hadir di berbagai ruang kehidupan. Musik tradisional sape mampu menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya sekaligus menghadirkan suasana yang lebih hangat, nyaman, dan penuh kebersamaan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, Opit Sape terus berupaya membawa sape lebih dekat dengan masyarakat serta memperluas ruang apresiasi terhadap musik tradisional Kalimantan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar