Translate

Penelusuran Berita

Kamis, 18 September 2025

Opit Sape Edukasi Anak Lewat Musik Tradisional di Hari Kunjung Perpustakaan



Samarinda – Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur mendadak riuh penuh semangat, Rabu (17/9/2025), ketika ratusan siswa Sekolah Dasar se-Kota Samarinda larut dalam alunan musik tradisional khas Dayak yang dibawakan oleh musisi lokal, Opit Sape.

Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, yang diikuti oleh 250 anak dari berbagai sekolah dasar. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Opit Sape dengan alat musik tradisional Sape. Tak sekadar tampil, Opit menghadirkan edukasi budaya yang menyenangkan dan membumi.

Minggu, 14 September 2025

Opit Sape Tampilkan Keindahan Musik Tradisional di HUT Ibu Dian Rosita


Samarinda – Suasana penuh kehangatan dan nuansa budaya menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun Ibu Dian Rosita, Ketua DPP Putri Kalimantan Timur, yang digelar di Mahakam Lampion Garden, Samarinda, pada Minggu malam. 

Dalam balutan suasana malam yang tenang di tepi Sungai Mahakam, Opit Sape membawakan 2 buah lagu tren terkini menggunakan alat musik khas Dayak, alat musik petik tradisional yang dikenal sebagai 'gitar hutan'. Permainan Sape malam ini membuat suasana HUT ibu Dian semakin menyala.

Ibu Dian Rosita sendiri menyampaikan apresiasinya terhadap penampilan tersebut. “Saya sangat bangga bisa menghadirkan budaya kita dalam momen spesial ini. Sape bukan hanya alat musik, tapi simbol kekuatan dan kelembutan perempuan Kalimantan,” ujarnya.

Sabtu, 13 September 2025

Opit Sape di Santan Restaurant – Hotel Horison Samarinda


Setiap pagi akhir pekan, suasana sarapan di Santan Restaurant – Hotel Horison Samarinda terasa lebih hangat dan berbudaya dengan alunan musik tradisional sape dari musisi berbakat Opit Sape. Penampilan rutin ini hadir setiap hari Sabtu dan Minggu pagi, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WITA, untuk menyambut para tamu hotel yang sedang menikmati sarapan.

Dengan irama lembut dan menenangkan khas alat musik sape, Opit Sape menghadirkan suasana yang unik dan menyejukkan, menjadikan momen sarapan bukan hanya sekadar rutinitas, tapi juga pengalaman budaya yang berkesan. Musik tradisional Dayak yang dimainkan dengan nuansa kontemporer menghadirkan sentuhan lokal yang elegan dan menyatu dengan atmosfer hotel yang modern dan nyaman.

Sabtu, 23 Agustus 2025

Tampil Mengulik Sape Bersama Samarinda Sape Player di Acara RRI Samarinda "Kita Indonesia, Kita Bangga Sebagai Indonesia"


Pada sebuah momen istimewa, Opit Sape, tampil memukau membawa nama Samarinda Sape Player bersama rekannya Bang Juan dalam acara RRI Samarinda bertajuk “Kita Indonesia, Kita Bangga Sebagai Indonesia.” Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Samarinda di tautan live event RRI, menjadi saksi kebanggaan akan kekayaan budaya nusantara.

Di panggung yang dihiasi nuansa ornamen batik, Opit dan Bang Juan berhasil menghadirkan harmoni yang menyentuh hati melalui petikan sape, alat musik tradisional Dayak yang sarat makna dan sejarah. Mereka membawakan beberapa lagu populer yang akrab di telinga masyarakat Indonesia, di antaranya “Tanah Airku,” “Lesung Pipi,” “Tabola Bale,” dan “Kolam Susu.” Setiap lagu yang dimainkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.

Minggu, 10 Agustus 2025

Tampil Menari dan Musik Sape di HUT Lempake Samarinda

Pada puncak perayaan HUT Lempake yang digelar pada 9 Agustus 2025 di Terasiring Bendungan Lempake, TBM Iqro mendapat kehormatan besar untuk mengisi penampilan pembuka. Enam penari berbakat TBM Iqro, yaitu Keisya, Feli, Rachel, Raina, Reni, dan Dira, membawakan Tari Jepen Sidabil, dengan penuh semangat, kelincahan, dan kekompakan, sehingga berhasil memukau perhatian seluruh hadirin. Penampilan ini disusul dengan persembahan musik sape yang dimainkan oleh Kak Opit Sape,

 menghadirkan suasana syahdu dan hangat melalui lantunan lagu Asa karya Fery Irawan. Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Samarinda, Bapak H. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan seni budaya yang ditampilkan, sebagai wujud pelestarian kekayaan budaya lokal.

Minggu, 03 Agustus 2025

Anak-anak TBM Iqro Tampilkan Tari Jepen dan Musik Sape di Acara Penobatan Putra Putri Kebudayaan Nusantara Kaltim 2025

Samarinda – Suasana ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, terasa penuh warna budaya pada Sabtu (2/8/2025) dalam acara Penobatan Putra Putri Kebudayaan Nusantara Kalimantan Timur Tahun 2025.  

Penampilan diawali dengan alunan merdu dari alat musik Sape’, alat musik tradisional suku Dayak. Kali ini, musik sape dibawakan secara langsung oleh Opit, seorang seniman muda Kalimantan Timur yang telah dikenal atas dedikasinya dalam melestarikan musik tradisional. Dentingan sape yang lembut berpadu dengan nuansa sakral ruangan menciptakan suasana yang magis dan menggetarkan hati para tamu undangan.

Kamis, 17 Juli 2025

Kunjungan Delly Sape ke Kalimantan Timur Pererat Jejaring Pemain Sape Nusantara

SAMARINDA – Pemain sape perempuan asal Kalimantan Barat, Dely Sape, melakukan kunjungan budaya ke Kalimantan Timur pada Jumat, 18 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi para pelaku seni musik tradisional Dayak, khususnya pemain sape di Kalimantan Timur, untuk saling bertemu, bertukar pengalaman, dan memperkuat jejaring pelestarian budaya Borneo.

Seperti yang sudah menjadi kebiasaan setiap ada agenda silaturahmi pemain sape lintas daerah, para player sape Kalimantan Timur berkumpul di Teras Samarinda. Ruang publik yang berada di tepian Sungai Mahakam ini kembali menjadi saksi harmoni bunyi petikan sape yang mengalun lembut, berpadu dengan suasana sore Samarinda yang hangat. Kehadiran Delly Sape menambah semangat dan antusiasme para pemain lokal, yang datang dari berbagai latar belakang komunitas dan generasi.

Dalam kegiatan tersebut, Delly Sape turut memainkan sape bersama para pemain sape Kaltim. Alunan musik tradisional Dayak terdengar bergantian, kadang dimainkan secara solo, kadang berpadu dalam permainan bersama yang menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Interaksi ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga ruang belajar bersama, di mana para pemain saling berbagi teknik, rasa musikal, hingga cerita perjalanan masing-masing dalam mengenal dan mencintai sape.