Translate

Penelusuran Berita

Kamis, 17 Juli 2025

Kunjungan Delly Sape ke Kalimantan Timur Pererat Jejaring Pemain Sape Nusantara

SAMARINDA – Pemain sape perempuan asal Kalimantan Barat, Dely Sape, melakukan kunjungan budaya ke Kalimantan Timur pada Jumat, 18 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi para pelaku seni musik tradisional Dayak, khususnya pemain sape di Kalimantan Timur, untuk saling bertemu, bertukar pengalaman, dan memperkuat jejaring pelestarian budaya Borneo.

Seperti yang sudah menjadi kebiasaan setiap ada agenda silaturahmi pemain sape lintas daerah, para player sape Kalimantan Timur berkumpul di Teras Samarinda. Ruang publik yang berada di tepian Sungai Mahakam ini kembali menjadi saksi harmoni bunyi petikan sape yang mengalun lembut, berpadu dengan suasana sore Samarinda yang hangat. Kehadiran Delly Sape menambah semangat dan antusiasme para pemain lokal, yang datang dari berbagai latar belakang komunitas dan generasi.

Dalam kegiatan tersebut, Delly Sape turut memainkan sape bersama para pemain sape Kaltim. Alunan musik tradisional Dayak terdengar bergantian, kadang dimainkan secara solo, kadang berpadu dalam permainan bersama yang menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Interaksi ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga ruang belajar bersama, di mana para pemain saling berbagi teknik, rasa musikal, hingga cerita perjalanan masing-masing dalam mengenal dan mencintai sape.
Selama berada di Kalimantan Timur, Delly Sape menggunakan sape milik Opit, salah satu pemain sape Kaltim yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan budaya. Sape Opit dipinjamkan khusus untuk digunakan Dely selama agenda di Kaltim. Hal ini menjadi simbol kepercayaan dan persaudaraan antar pemain sape, sekaligus mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam komunitas musik tradisional Dayak.

Delly Sape, yang akrab disapa Kak Delly, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat para pemain sape Kaltim. Ia mengaku terkesan dengan semangat komunitas sape di Samarinda yang konsisten menjadikan ruang publik sebagai tempat berkesenian dan memperkenalkan musik tradisional kepada masyarakat luas. Menurutnya, Teras Samarinda memiliki potensi besar sebagai ruang pertemuan budaya yang mampu mendekatkan musik tradisional dengan generasi muda.

Kegiatan berkumpul dan bermain sape bersama ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dalam format formal. Dengan duduk bersama, memainkan musik, dan berbagi cerita, nilai-nilai budaya dapat diwariskan secara alami dan berkelanjutan. Para pemain sape Kaltim berharap, pertemuan seperti ini dapat terus dilakukan, baik dengan pemain dari daerah lain maupun dengan generasi muda yang ingin belajar sape.


Profil Delly Sape (Zxelly)

Delly Sape, yang juga dikenal dengan nama panggung Zxelly, memiliki nama lengkap Florentini Deliana Winki. Ia berasal dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dan dikenal sebagai salah satu pemain sape perempuan muda yang konsisten melestarikan musik tradisional Dayak. Sejak usia muda, Dely telah menekuni sape dan menjadikannya sebagai medium ekspresi budaya sekaligus sarana edukasi.

Melalui berbagai penampilan dan konten di media sosial, Zxelly aktif memperkenalkan sape kepada khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda di luar Kalimantan. Ia kerap menggabungkan permainan sape dengan pendekatan visual dan narasi yang relevan dengan era digital, tanpa menghilangkan akar tradisi yang melekat pada alat musik tersebut.

Kunjungan Delly Sape ke Kalimantan Timur pada 18 Juli 2025 menjadi bagian dari perjalanannya dalam membangun jejaring pemain sape lintas daerah. Pertemuan di Teras Samarinda tidak hanya mempertemukan para pemain, tetapi juga memperkuat pesan bahwa sape adalah identitas budaya Borneo yang hidup, berkembang, dan terus dirawat bersama oleh generasi masa kini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar