Translate

Penelusuran Berita

Jumat, 31 Juli 2026

Opit Sape Tampil Memukau Membawakan "Bersenja Gurau" pada Salur Suara #8 Glissando Music Course


Samarinda – Musisi etnik Kalimantan Timur, Opit Sape, sukses memukau ratusan penonton saat tampil sebagai Special Performance dalam perayaan Salur Suara #8: Setahun Berkarya dan Berprestasi yang diselenggarakan oleh Glissando Music Course Samarinda. Acara yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026 di Temindung Creative Hub ini menjadi ajang apresiasi atas perjalanan berkarya dan prestasi para siswa selama satu tahun.

Pada penampilannya, Opit Sape membawakan lagu "Bersenja Gurau" karya Raim Laode dengan aransemen khas menggunakan alat musik tradisional Sape. Perpaduan melodi lembut Sape dengan lagu bernuansa reflektif tersebut menghadirkan suasana hangat dan penuh makna. Penonton larut dalam setiap alunan musik yang menyampaikan pesan tentang harapan, rasa syukur, kesetiaan, dan keyakinan bahwa setiap kesulitan akan berganti dengan kebahagiaan.

Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana musik tradisional Kalimantan mampu berkolaborasi secara harmonis dengan karya musik populer Indonesia. Aksi panggung Opit Sape mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan panjang dari para penonton yang memenuhi area pertunjukan.

Acara semakin semarak dengan penampilan puluhan talenta muda binaan Glissando Music Course yang menampilkan kemampuan terbaik mereka di berbagai instrumen dan vokal. Kehadiran Opit Sape sebagai bintang tamu memberikan inspirasi bagi para peserta untuk terus berkarya, berlatih, dan berani mengeksplorasi kolaborasi antara musik modern dan budaya lokal.

Melalui penampilannya, Opit Sape kembali menegaskan bahwa warisan budaya Nusantara memiliki ruang yang luas untuk berkembang di panggung-panggung kreatif. Kolaborasi musik tradisional dengan lagu "Bersenja Gurau" menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dapat disampaikan dengan cara yang relevan, menyentuh, dan mudah diterima oleh generasi muda, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap identitas budaya Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar